• RSS
  • Delicious
  • Digg
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Youtube

Sabtu, 02 April 2011

Linux Administrasi dan Group

Dalam sistem berbasis Linux memiliki username-username spesial untuk kepenrtingan fungsi-fungsi sistem. Username ini memiliki UID sebagaimana username yang diasosiasikan untuk user-user. Berikut ini user-user umum yang dimiliki oleh default sistem UNIX/Linux :
- root, yakni superuser yang membentuk account dan mengendalikan fungsi-fungsi sistem.
- daemon atau sys, yang menangani aspek-aspek jaringan. Username ini diasosiasikan juga utilitas sistem lain, seperti print spooler dalam beberapa versi tertentu.
- agent, yang menangani aspek mail elektronik, pada beberapa sistem, agent memiliki UID yang sama dengan daemon.
- guest, digunakan bagi para pengunjung untuk mengakses sistem.
- ftp, digunakan untuk akses anonymous FTP.
- uucp, untuk mengatur uucp sistem.
- news, digunakan untuk Usenet news
- lp, digunakan untuk line printer system.
- nobody, yakni user yang tidak memiliki file-file. Terkadang digunakan sebagai default user untuk operasi-operasi kurang openting.

User Identitas (UIDs)
UID secara historis dibentuk oleh integer-integer 16 bit, yang berarti mereka dapat melakukan range dari 0 hingga 65535. UID 0 dan 9 secara typical digunakan untuk fungsi-fungsi system. UID untuk orang-orang biasanya dimulai dari 20 atau 100. linux menyimpan mappong antar-username dan UID-UID dalam file /etc/passwd. Masing-masing UID user diletakkan dalam field setelah password-password yang
terenkripsi. Perhatikan contoh isi dari satu record /etc/passwd :

Kompresi File dan Backup

Berbagai masalah dapat menyebabkan lenyapnya data, file secara tidak sengaja dapat terhapus, rusaknya hardware, kecelakaan dan bencana, serangan-serangan, bug-bug,informasi penting yang disimpan dalam file-file tidak lagi tersedia dan masih banyak faktor lain.


Organisasi adalah masa depan seorang administrator sistem, kontek ini pada beberapa kasus dapat tergantung pada tersedia atau tidaknya file-file backup yang dimiliki. terkadang saat terjadi kecelakaan yang melenyapkan data, rekan-rekan kerja dan organisasi akan berterima kasih ketika ternyata telah dilakukan penghamanan data oleh sistem administator dengan melakukan backup secara reguler dan terjadwal. mem-backup file-file adalah suatu kebutuhan, namun banyak administrator meremehkan hal ini.
Bakup menjadi suatu yang penting karena alasan-alasan :
- Error disebabkan user-user
- Error disebabkan staff-staff sistem
- Kerusakan hardware
- Kerusakan software
- Perusakan dan penyerangan elektronik
- Pencurian
- Bencana alam
- Kecelakaan
- Sebagai arsip informasi


Lakukan backup terhadap segala sesuatu yang dianggap unik atau penting pada sistem, termasuk semua file user, beberapa database sistem (seperti /etc/passwd, /etc/tty) dan direktori sistem (seperti /bin dan /usr/bin) khususnya yang sudah dilakukan modifikasi. Dalam sistem operasi Linux dilengkapi dengan aplikasi backup yang terdiri dari dua bagian :
1. Copy
Bentuk sederhana dari backup adalah cukup dengan meng-copy file-file dan direktori ke disk atau tape. Untuk melakukan itu dapat menggunakan perintah cp dan dd.
2. Arsip
Aplikasi untk pengarsipan dapat digunakan salah satu dari tiga tools yang umumnya sudah tersedia pada distribusi Linux, antara lain ar, tar, dan cpio

Program cp
Tools ini digunakan untuk copy file dan direktori dengan format perintah adalah :
cp [options] file path
cp [options] file... directory
Contoh :
#crontab –l
30 23 * * * cp /etc/passwd /mnt/backup


Program dd
Perintah ini digunakan untuk mengkopy suatu file atau direktori menuju ke device secara langsung, misalnya tape, disk. Format pernulisannya :
dd [--help] [--version] [if=file] [of=file] [ibs=bytes] [obs=bytes] [bs=bytes]
[cbs=bytes] [skip=blocks] [seek=blocks] [count=blocks] [conv={ascii, ebcdic,
ibm, block, unblock, lcase, ucase, swab, noerror, notrunc, sync}]

Contoh :
$dd if=myfile of=/dev/mytape conv=sync
$ dd if=myfile of=/dev/fd0 bs=1k seek=172
$dd if=/etc/* of=/dev/fd0


Program tar
tar adalah utility yang lazim digunakan di Unix untuk membuat direktori dan file menjadi satu atau dengan kata lain mempaketkan. Nama tar sendiri berasal dari kata Tape Archiver. Banyak software untuk Linux didistribusikan dalam bentuk tar ini, memang kini banyak yang sudah menggunakan bentuk paket yang lainnya yaitu rpm (Red Hat Packet Manager) dan deb (Debian). Akan tetapi tidak semua sistem memiliki utility untuk menangani rpm, dan deb ini. Tetapi bisa dikatakan semua
sistem Unix memiliki utility tar ini. File yang disimpan sebagai file tar ini lazim dikenal dengan nama file arsip (archieve file). Berikut ini adalah tip singkat untuk menggunakan tar.
tar -xvzf
Melakukan proses pemekaran (uncompress) pada file bernama nama_file_tar dengan menggunakan gzip, dan lalu membongkar file arsip tersebut. Proses ini biasanya dilakukan terhadap file arsip yang memiliki ekstensi tgz atau tar.gz
tar -xvf
Membongkar suatu file arsip tanpa melakukan pemekaran, dilakukan terhadap file arsip yang memiliki ekstension tar
tar -tvf
Menampilkan daftar isi dari file arsip bernama nama_file_tar.
tar -cvzf
Melakukan pemaketan dari direktori_sumber dalam bentuk tar dan lalu melakukan proses pengompresan dengan gzip. Hasil dari proses ini adalah tgz atau tar.gz.
tar -cvf
Melakukan pemaketan dari direktori_sumber dalam bentuk tar. Hasil dari proses ini adalah tar


Contoh :
$ tar cvf backup.tar /etc
$ tar xvf backup.tar
$ tar cvf backup.tar /etc/hosts /etc/group /etc/passwd