Dalam sistem berbasis Linux memiliki username-username spesial untuk kepenrtingan fungsi-fungsi sistem. Username ini memiliki UID sebagaimana username yang diasosiasikan untuk user-user. Berikut ini user-user umum yang dimiliki oleh default sistem UNIX/Linux :
- root, yakni superuser yang membentuk account dan mengendalikan fungsi-fungsi sistem.
- daemon atau sys, yang menangani aspek-aspek jaringan. Username ini diasosiasikan juga utilitas sistem lain, seperti print spooler dalam beberapa versi tertentu.
- agent, yang menangani aspek mail elektronik, pada beberapa sistem, agent memiliki UID yang sama dengan daemon.
- guest, digunakan bagi para pengunjung untuk mengakses sistem.
- ftp, digunakan untuk akses anonymous FTP.
- uucp, untuk mengatur uucp sistem.
- news, digunakan untuk Usenet news
- lp, digunakan untuk line printer system.
- nobody, yakni user yang tidak memiliki file-file. Terkadang digunakan sebagai default user untuk operasi-operasi kurang openting.
User Identitas (UIDs)
UID secara historis dibentuk oleh integer-integer 16 bit, yang berarti mereka dapat melakukan range dari 0 hingga 65535. UID 0 dan 9 secara typical digunakan untuk fungsi-fungsi system. UID untuk orang-orang biasanya dimulai dari 20 atau 100. linux menyimpan mappong antar-username dan UID-UID dalam file /etc/passwd. Masing-masing UID user diletakkan dalam field setelah password-password yang
terenkripsi. Perhatikan contoh isi dari satu record /etc/passwd :
anjik:eH5/.mj7NHB3dx:181:100:Anjik Sukmaaji:/home/anjik:/bin/ksh
Dari contoh diatas, user anjik dengan UID 181. UID tidak lain adalah informasi aktual yang digunakan sistem operasi untuk mengidentifikasi user-user. Seandainya dua atau beberapa user memiliki UID yang sama, meski mereka memiliki username berbeda dan password berbeda pula. User dengan UID yang sama dapat secara bebas membaca file-file, melakukan penghapusan, mengeksekusi program, mengkill prosesproses yang berjalan.
Linux menyediakan utilitas useradd untuk menambahkan nama pemakai baru ke sistem.
Usage :
useradd [-u uid] [-o]] [-g group] [-G group,…]
[-d home] [-s shell] [-c comment] [-m [-k template]]
[-f inactive] [-e expire ] [-p passwd] [-n] [-r] name
useradd –D [-g group] [-b base] [-s shell]
[-f inactive] [-e expire]
-u : user-id
-g : group-id
-G : secondary group
-d : direktori awal (HOME), bila tidak diberikan, maka sebagai default diambil nama pemakai tsb dan ditambahkan ke direktori default (misalnya /home)
-s : shell, /bin/bash dan lainnya
-c : comment, info atau keterangan tentang pemakai tersebut
-m : direktori HOME akan diciptakan, bila belum ada. Files yang berada pada direktori /etc/skel akan dicopy untuk menjadi default profile pemakai tersebut
-k : bersama dengan –m, memberikan nama kerangka (skelet) direktori yang berbeda dengan ske
-f : inactive_days, jumlah hari sebelum account tersebut dibekukan, bila masa berlaku password telah berakhir.
-e : tanggal habis berlaku nama login tersebut
-p : encrypted password
Membuat user sederhana :
# useradd ridho
Membuat user, dengan menyertakan semua parameter dari nilai default, yang dapat milihat dengan menggunakan option –D:
#useradd –D
GROUP=100
HOME=/home
INACTIVE=1
EXPIRE=
SHELL=/bin/bash
SKEL=/etc/skel
Melihat HOME directory serta file inisialisasi:
# ls –1 /home
total 17
drwx------ 4 amir 1024 Nov 27 13:50 amir
drwxr-xr-x 6 root root 1024 Nov 27 19:33 ftp
drwx------ 4 ridho ridho 1024 Nov 27 22:03 dimas
drwxr-xr-x 5 root root 1024 Nov 27 19:33 http
drwxr-xr-x 2 root root 12288 Nov 27 19:30 lost+found
drwxr-xr-x 2 root nobody 1024 Sep 26 00:12 samba
# ls –la /home/ridho
drwx------ 4 ridho ridho 1024 Nov 27 22:03 .
drwxr-xr-x 8 root root 1024 Nov 27 22:03 ..
-rw-r--r-- 1 ridho ridho 1024 Nov 27 22:03 .bash_logout
-rw-r--r-- 1 ridho ridho 1024 Nov 27 22:03 .bash_profile
-rw-r--r-- 1 ridho ridho 1024 Nov 27 22:03 .bashrc
Membuat Group
Linux telah menyediakan utilitas administrasi group dengan utilitas groupadd. sebelum melakukan penambahan group baru sebaiknya dilakukan pengecekan apakah group sudah atau belum.
# groupadd <enter>
usage : groupadd [-g gid[-o]] [-r] [-f] group
-g nilai group-id
-o Jika optioan ini dijalankan, maka group-id boleh merupakan duplikasi dari GID yang sudah ada
-r menambah group sebagaimana bagian dari sistem dengan GID lebih kecil dari 500.
-f force, akan memaksa groupadd untuk menghentikan proses, jika sudah ada di /etc/group.
# groupadd myschools
# grep anjik /etc/group
Bila nomor group tidak diberikan, maka sistem akan memberikannya secara otomatis. Utilitas groupmod dan groupdel dapat digunakan untuk mengubah parameter group atau menghapusnya dengan groupdel.
# groupmod <enter>
usage : groupmod [ -g gid [-o]] [-n name] group
Mengganti group-ID
# groupmod –g 123 mygroup
# grep mygroup /etc/group
mygroup:x:123:
Mengganti group-name
# groupmod –n newgroup mygroup
# grep mygroup /etc/group
# grep newgroup /etc/group
newgroup:x:123
Menghapus group
# groupdel
usage : groupdel group
# groupdel newgroup
# grep newgroup /etc/passwd
Perhatian : Sebelum meghapus group, pastikan lebih dahulu bahwa tidak ada pemakai yang terdaftar dalam group tersebut. Periksa di /etc/passwd.
Sabtu, 02 April 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)








Tidak ada komentar:
Posting Komentar